Showing posts with label the moon that embraces the sun. Show all posts
Showing posts with label the moon that embraces the sun. Show all posts

Thursday, March 15, 2012

Sinopsis The Moon That Embraces The Sun Ep 20 (Final)

Episode terakhir ini  diawali dari pembicaraan Dae Hyeong dan Yang Myung, dimana Dae Hyeong berjanji akan memberikan leher raja untu Myung.  Myung: “apakah Anda mengatakan Anda ingin aky meggorok leher raja sendiri?”  Dae Hyeong mengatakan kalau para pendukungnya benar-benar percaya pada Myung untuk melakukan semua itu.  Myung : “Jika saya membunuh saudara saya sendiri, maka mereka akan mengakui saya sebagai raja?” Dae Hyeong mengatakan kalau begitulah politik dalam suatu negara. Myung bilang itu adalah kesempatan baik dan itu bukan saran yang buruk. Myung pun berjanji akan melakukannya.


Balik lagi ke situasi menegangkan, dimana Yang Myung dan Hwon saling menghunuskan pedang. Dae hyeong berteriak untuk mulai menyerang dan dia juga menyuruh Yang Myung untuk menggorok leher Hwon. 

Kilas Balik!!!!

Posisi seperti ini sudah terjadi sebelumnya, saat Yang Myung menghunuskan pedang pada Hwon. Saat itu Hwon berkata: “Mengapa anda ragu menggorok leher saya, jika anda tidak melakukannya, anda akan kehilangan kesempatan, dan tidak akan ada kesempatan lagi”. Myung : “Tidak!! Saya akan punya kesempatan lagi, Anda tidak tahu apa yanga akan saya lakukan.”

Balik lagi Ke waktu sekarang!!!


Dae Hyeong mengatakan pada Myung untuk tidak ragu-ragu dan cepat menggorok leher Hwon.  Myung berteriak dan menyuruh Hwon pergi dan Woon membantunya untuk pergi dengan selamat.

Balik ke kilas yang tadi!!!!


Hwon mengatakan pada Myung, rencana untuk pengembalian posisi. Hwon: “saya berfikir untuk melakukan kompetisi berburu, sehingga komplotan yang mencoba membunuh gadis itu (Yeon Woo), yang telah menggunakan kematiannya untuk naik ke posisi mereka sekarang. mereka telah membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Mereka yang hanya peduli pada diri mereka sendiri dan tidak peduli pada masyarakat. dan mereka semua akan mencari anda”

Myung: “mereka (fraksi Dae Hyeong) tidak akan duduk diam membiarkan semua itu terjadi”

Hwon: “saya tahu. Kalau saya tidak menyerahkan pada tujuan saya, mereka akan mencari bantuan ke tempat lain. Mereka akan datang mencari anda segera.”

Myung : “Jadi apa yang anda inginkan dari saya?”

Hwon bilang kalau dia memerlukan catatan nama-nama orang yang ingin memberontak padanya. (oooooh,,jadi itu maksud Myung kemaren minta orang-orang Dae hyeong untuk menulis nama mereka dibuku)karena jika mereka semua tidak dileyapkan maka Yeon Woo sepanjang hidupnya akan dalam bahaya. Dan juga negara ini akan dirugikan. Myung: “apakah anda percaya pada saya untuk melakukan hal berbahaya seperti itu?” 

Hwon: “Saya menyelamatkan hidup anda sekarang”. Myung mengatakan kalau Hwon sudah mengatakan hal yang berbeda. Hwon: “tentu saja, dan semua keputusan ada ditangan anda”.


Myung berjalan ke tengah lapangan sedangakan Hwon berjalan ke atas tangga. Pasukan Dae Hyeong mulai menyerang, dan Hwon sudah berada dalam perlindungan. Dari pihak Dae Hyeong kalah jumlah. Penjaga muncul dan menutup pintu. Pihak Dae Hyeong sudah dikepung. Hwon berteriak kalau perburuan dimulai. Para penjaga maju semua menyerang pihak Dae Hyeong. Yang Myung dan Woon ikut turun juga untuk menyerang. Dae Hyeong berteriak, dia akan memberi penghargaan bagi yang bisa membunuh Yang Myung dan Hwon. para menteri yang ikut dibunuh.


Dayang Bo Kyeong pergi kekamarnya untuk menyuruh Bo Kyeong pindah karena dia dalam bahaya, tapi Bo Kyeong menghilang, tidak ada dikamarnya.


Bo Kyeong berjalan dan berkata dalam hati “Yang Mulia, ayah.... apakah kalian harus saling membunuh satu sama lain. Aku tidak tahu siapa yang akan menang, tapi aku merasa jadi tidak berguna. Di hari pertama aku melihat yang mulia, hanya satu yang saya inginkan, yaitu cintamu, sampai saat terakhir sebagai ratu, saya akan mati sebagai wanita anda” Bo Kyeong pu membentuk simpul dari seprai yang akan dia gunakan untuk menggantung diri.... (hhhhuft!!! Kasian juga diriku sama Bo Kyeong)


Para menteri yang berada dipihak Dae Hyeong semuanya sudah tewas. Myung memberi tahu kalau dia yang memegang nama-nama orang yang berada difraksinya. Jadi jika Dae Hyeong menginginkan nama-nama itu, dia harus membunuh Myung terlebih dulu baru mendapatkan catatan nama itu. Dae Hyeong melihat sekelilingnya, dan yang lain sudah mati, tinggal dia yang berdiri sendiri.


Dae Hyeong melihat kearah Hwon, dan Hwon pun memanah ke arah Dae Hyong. Tapi Dae Hyeong masih bisa bangkit dan saat dia akan menyerang Hwon, Myung menghalanginya. Dae Hyeong terjatuh. Myung melihat ke arah Hwon dan tersenyum.

Hwon memanggil Myung, memberitahu kalau ada seorang pria yang akan menyerangnya. Myung berdiri dan bersiap-siap. Tapi dia berkata dalam hati: “mohon maafkan saya untuk pilihan kekanak-kanakan saya. Yang seharusnya, hanya ada satu matahari dilangit sehingga tidak akan ada lagi kebingunggan kerena saya.”


Myung  menjatuhkan pedangnya dan membiarkan dirinya dibunuh. Hwon terdiam sejenak, shock dengan apa yang dilakukan Myung, kemudian dia berteriak memanggil kakaknya. Hwon berjalan mendekati Myung.  


Di tempat lain Nok Young  menatap langit dan melihat dua matahari. Lalu bulan mencakup salah satunya. Jansil menangis dan mengatakan kakak. (Jansil tau kalau sesuatu sudah terjadi pada Yang Myung)


Hwon mendekati Myung yang sudah sekarat. Woon pun menangis.  Myung berkata kalau dia senang bisa bersandar dalam pelukan Woon. 


Woon: “mengapa?”

Myung: “hari  ini sangat melelahkan berpura-pura menjadi seorang pemberontak dan itu tidak menyenangkan. Jadi jika ada penyesalan - mungkin karena tidak melihat Yeom”. Hwon menangis. Myung: “mengapa engkau menangis atas sesuatu seperti ini. Jangan menangis. Saya baik-baik saja”. Myung  memberikan buku. Myung: “ini adalah buku dari nama-nama yang berkonspirasi melakukan pemberontakan  yang Anda pesan”


Hwon: “baik, jangan bergerak, tabib akan segera datang, tetap lah bertahan”.

Myung: “ada saat ketika aku membenci Anda karena memiliki segala sesuatu yang saya inginkan sehingga membuat saya ingin benar-benar berada diposisi anda. tapi banyak teman saya dan hubungan kita terlalu berharga untuk ditukar dengan posisi raja”

Myung memegang tangan Hwon  dan mengatakan:  “silahkan menjadi raja yang baik dan menjaga warga negara ini dengan gadis itu (Yeon Woo). Saya akan menjaga Anda dari sana (langit)”

Myung  berkata dalam hati: “ayah saya datang ke tempat Anda sebagai anak anda disana - bukan sebagai raja tetapi sebagai ayah saya, Anda bisa tertawa untuk saya sebanyak yang Anda inginkan, tapi saya merasa sedih untuk ibu saya yang saya tinggalkan” 

Myung ingat bagaimana ia mengucapkan selamat tinggal pada Yeon Woo muda-saat dia mengatakan akan pergi kesuatu tempat dan berkata ingin melihat wajah Yeon Woo  terlbih dahulu sebelum dia pergi. 


Myung menghembuskan nafas terakhir,  meninggal sehingga Hwon  memegang dia dan terus berteriak-teriak memanggilnya memintanya untuk membuka matanya. Hwon:  “Saya hanya memerintahkan Anda untuk mendapatkan daftar nama - saya tidak pernah memerintahkan Anda untuk mati. silahkan buka mata Anda. Ini bukan dari rencana kita, anda telah melanggarnya” Hwon terus berteriak dan menghadap ke langit.


Yeon Woo berada di dalam tandu. Hong mengetuk dan mengatakan kalau Yeon Woo sudah boleh keluar. Yeon Woo bertanya dimana mereka sekarang. Tapi Hong hanya bilang kalau raja yang memerintahkannya untuk membawanya kesini. Hong meminta Yeon Woo untuk segera masuk ke rumah.


Yeon Woo melewati gerbang dan melihat ibunya lewat. Dia mengangis dan berusaha memanggil ibunya. “Ibu”. Ibunya bertanya: “apakah anda Yeon Woo?” Yeon Woo mengangguk ya. Ibunya bertanya: “Apakah Anda benar-benar YW?” Mereka berpelukan   dan menangis. ibunya mengatakan: “Anda masih hidup. Anda benar-benar masih hidup”  Ibunya melihat wajahnya dan bertanya apakah ini mimpi atau kenyataan. Bagaimana hal seperti ini terjadi. Aku tidak tahu aku akan bertemu denganmu. ibunya hampir pingsan di pelukan Yeon Woo. Yeom  datang ke  luar memanggil ibunya dan Yeon Woo  memanggilnya. Mereka pun membawa ibunya kedalam.


Ibunya berbaring memegang tangan Yeon Woo. Yeom  meninggalkan mereka berdua. Ibunya mengatakan : “beberapa waktu lalu aku melihat seorang gadis seperti Anda - apapun kejahatan nya orang melemparkan batu ke arahnya. ketika aku melihatnya hatiku sakit” 

Yeon Woo mengatakan padanya kalau tidak usah memikirkan apa kata orang, dan dia pun menyuruh ibunya istirahat. Ibunya mengatakan kalau dia tidak bisa tidur, dia takut Yeon Woo akan pergi lagi saat dia tertidur. Yeon Woo mengatakan kalau itu tidak akan terjadi. Dia tidak akan  pergi ke mana pun tanpa seizinnya. Ibunya berkata kalau selama 8 tahun ini dia sudah tinggal bersama putri. Dan dia hampir tidak percaya kalau ternyata putri terlibat dalam kematian Yeon Woo.

Yeon Woo: “Ibu mendengar semua itu dari kakak?  Ibunya berkata: “Aku mendengar bahwa ia melakukan kejahatan besar. Tapi di perutnya sekarang sudah ada anak Yeom. Bagaimana dia bisa melakukan semua itu.”


Yeon Woo keluar dan memanggil kakaknya. Yeon Woo:  “Apakah kau tidak akan melihat saya. jika Anda menyalahkan diri sendiri saya tidak punya pilihan selain menyesali hidup. Anda ingin saya untuk berpikir bahwa” Yeom berbalik dan bilang aku melakukan kejahatan besar kepada Anda. 

Yeon Woo: “bagaimana mungkin Anda pikir Anda melakukan kejahatan terhadap aku-Anda tidak melakukan kesalahan. Dia mengatakan semuanya terjadi karena  saya. segalanya - hanya karena saya” Yeom  memeluk Yeon Woo, dan berterima kasih karena dia masih hidup. 

Min Hwa sedang melihat pakaian bayinya yang ia buat. Ia mendengar seseorang datang, Min Hwa pikir itu pelayannya, sehingga Min Hwa bilang dia tidak mau makan bubur ataupun nasi. Tapi sepertinya orang itu terus mendekatinya. Min Hwa dengan kesal berkata: “apa kau tidak mendengar kata-kataku?” Min Hwa mendongak dan itu ternyata Yeon Woo yang sedang membawa nampan berisi bubur.

Yeon Woo  bertanya mengapa dia tidak makan. Min Hwa: “Anda pikir saya punya  hak untuk makan?”  Yeon Woo: “Jadi kau akan mati bersama-sama dengan bayi di dalam perut Anda”

Min Hwa: “apakah Anda ingin aku mati?”

Yeon Woo: “tidak... Aku ingin kau hidup”

Min Hwa: “Bohong!!! Itu  tidak akan pernah terjadi. Aku mencoba untuk membunuh Anda jadi bagaimana bisa kau ingin aku untuk hidup”

Yeon Woo: “bahkan jika Anda mencoba membunuh saya, tapi saya masih hidup sekarang. Aku membenci Anda, tetapi berkat kau, ibu saya bisa menemukan tawa dan kakak saya bisa mendapatkan anak”

Min Hwa mengatakan: “beraninya kau begitu tulus. akan lebih baik jika Anda berteriak dan menyuruh saya untuk mati. ambil pakaian saya sehingga saya bisa menyembah di depan Anda untuk meminta pengampunan”


Yeon Woo kesal dengan sikap Min Hwa. Yeon Woo: “apakah Anda membutuhkan pengampunan saya. Baik!  saya akan memberikan pengampunan. Demi raja dan kakak saya yang terluka karena anda, demi mereka berdua saya akan mengampuni anda, atas kejahatan yang anda lakukan. Tapi anda akan tetap menerima hukuman karena kejahatan anda”.


Min Hwa menangis dan mengambil sendok. Min Hwa: “untuk hidup. untuk hidup. terima kasih....”

Yeon Woo: “tolong biarkan aku mengatakan hal yang sama kembali kepada Anda”
Min Hwa menangis dan makan...


Woon membawa Myung ke tempat ibunya. Ibu Myung meminta Myung untuk membuka matanya. Ibu Myung : “Berhenti bercanda dan buka mata Anda. Jangan membohongku. Lihat Anda tersenyum. Bukankah kamu masih hidup. Silahkan bangun. Jangan bercanda seperti ini. Anda tidak harus melakukan ini. ibumu semakin takut”. Ibunya terus memanggil-manggil namanya dan mengatakan bangun. Woon pergi keluar.


Saat Woon berdiri di sana memandang ke langit malam, Myung muncul dan mengatakan: “jadi ada hari dimana seorang Woon merasa lelah”. Woon memanggil namanya. Myung: “kau merindukanku?”

Woon: “meninggal seperti itu, apakah Anda bahagia?”

Myung: “ya,  saya menyukainya. Saya tidak perlu tersenyum palsu. juga saya tidak harus memaksakan diri untuk meminum alkohol yang saya sendiri tidak suka. Saya tidak lagi menjadi ancaman bagi raja. lebih dari itu, saya bisa menjaga gadis itu dalam hati saya selama-lamanya”.

Woon: “Dapatkah saya meminta Anda satu hal”

Myung: “sebanyak yang Anda inginkan”

Woon: “Apakah Anda masih menganggap saya sebagai teman Anda”

Myung: “teman. teman merupakan kata yang baik setiap kali Anda mendengarnya”

Woon:  “Jawab saya. kau datang padaku sebagai teman”

Myung: “tentu saja - sampai sekarang apapun yang saya lakukan karena saya adalah teman saya”


Dayang-dayang menangisi Bo Kyung. Hwon  berdiri di sana dan menatapnya. dia menutup mata Bo Kyeong.


Hwon pergi keluar dan berjalan dan melihat Yeon Woo berdiri di sana. Hwon berjalan mendekatinya, dan memeluknya. Hwon menangis. Yeon Woo menepuk punggunya.

Hwon mengadakan pertemuan dengan para menteri baru. Dia mengatakan setelah apa yang terjadi, seluruh negara berada dalam kekacauan. Warga berada dalam suasana ketakutan dan kekhawatiran. Dan dia ingin membuat semuanya stabil. menteri mengatakan mereka akan melakukan itu. Hwon bilang dia tidak dapat melupakan darah yang telah ditumpahkan dalam acara berburu. ia membawa mereka yang terlibat dalam konspirasi dan mereka yang melakukannya. Orang-orang yang tidak berdosa akan dibebaskan dan orang-orang yang melakukan kejahatan akan dihukum. Dia mengatakan bagaimana sang putri melakukan tindak pidana dan berpartisipasi dalam mantra untuk membunuh sang putri mahkota 8 thn lalu dan Min Hwa akan dihukum menjadi budak setelah dia melahirkan. Begitu juga Yeom, mendapat hukuman dengan dikembalikan posisinya seperti sebelum dia menikah dengan Min Hwa. Sedangkan untuk Nok Young, dia akan diperintah untuk melakukan ritual yang akan menyebabkan kematiannya sendiri.


Nok young pergi ke balai samawi dan meminta para shaman untuk mempersiapkan ritual seperti yang diperintahkan Hwon. Nok Young akan melakukannya sendirian. jansil mengatakan dia ingin pergi bersama Nok Young. Nok Young mengatakan kepadanya untuk tinggal di sini di Balai Samawi, dan melindungi tempat ini.

Jansil bilang dia tidak ingin melakukannya sendiri. Seol sudah hilang dan Wol sekarang sudah menjadi seseorang yang sulit ditemui. Dan Myung juga  telah meninggalkan dunia ini. jika Nok Young juga tidak ada di balai samawi, Jansil juga berniat ingin pergi.


Nok Young mulai melakukan ritual itu, dan  menyebutkan nama-nama yang sudah meninggal, seperti Seol, Ibu Suri, Bo Kyeong, Myung - anda semua - saya akan membawa Anda semua dengan saya. dia mengatakan sesuatu tentang jiwa-jiwa semua orang melepaskan apa yang buruk dalam hidup mereka. Lalu dia berkata: “langit yang memeluk harapan-satu matahari dan satu bulan yang tersisa” Dia ingin semua orang untuk pergi ke arah mereka dan membasuh rasa sakit mereka. “Saya berharap semua orang akan bahagia” setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya Nok Young meninggal. Jansil mendekat dan memanggil Nok Young.


Hwon dan Yeon Woo sedang berpakaian untuk pernikahan mereka.


Pada malam pertama Hwon menyuruh semuanya pergi. Hwon bilang untuk Yeon Woo: “Semua orang sudah pergi kalau begitu Anda boleh mengangkat kepala Anda sekarang” Yeon Woo menatapnya. Hwon menarik Yeon Woo agar lebih mendekat padanya. Mereka berpelukan dan menempatkan dirinya di sampingnya. Hwon: “Siapa Anda?katakan padaku. Apakah identitas Anda?” Yeon Woo: “Saya istri dan ibu negara ini, saya adalah ratu Heo Yeon Woo”.  Dia tersenyum

Beberapa Tahun Kemudian!!!!


Dua anak sedang bermain. Yeom dan Yeon Woo mengawasi mereka. Yeon Woo bertanya apakah ada yang ingin Yeom katakan. Yeom berkata kalau Min Hwa sudah membayar semua kejahatannya dengan menjadi budak. Dan pelayan Min Hwa sekaang sudah meninggal. Yeon Woo berkata kalau Yeom minta maaf padanya, itu tidak perlu lagi. Yeom berkata kalau sebenarnya anaknya memerlukan ibunya.


Salah satu anak kecil menangis sehingga Yeon Woo berjalan mendekatinya dan bertanya, apakah dia baik-baik saja. Anak itu menjawab “ya ibu”. Ketika Hwon datang anak itu berjalan mendekatinya dan memanggilnya ayah. Hwon bertanya apakah dia senang karena sepupunya datang untuk bermain dengannya. Anak itu senang. (anak itu adalah anaknya Hwon dan yeon Woo)

Anak itu meminta woon untuk mengajarkan padanya tentang pedang. Hwon mengangguk, tanda agar Woon membawa anaknya.


Hwon bertanya apakah Yeom dan Yeon Woo senang karena mereka tidak  bertemu untuk sementara. Mereka berdua mengiyakan. Yeom berkata anaknya  kesepian jadi baik untuknya bersenang-senang dengan sepupunya. Hwon bertanya mengapa anak Yeom tidak pergi dengan anak laki-Hwon. anak itu mengatakan dia lebih suka buku dari pada pedang. Hwon berkata pada anaknya Yeom “bagaimana mungkin Anda sama persis seperti ayahmu.” Hwon bilang ke Yeom: “bahkan untuk usia yang masih sangat muda, dia begitu cerdas, ia akan seperti Anda guru”

Yeom: “karena satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah membaca” Hwon bilang kalau anaknya mirip dengan Myung, dia juga menyukai Woon.  


Yeom  bertanya pada anaknya apakah  dia merindukan ibunya. anak itu bertanya mengapa Yeom bertanya. Yeom mengatakan anaknya tampak seperti dia, yang iri ketika melihat ratu dengan anaknya. Anaknya mengiyakan apa yang dikatakan Yeom.


Jansil lewat dan melihat mereka. Jansil bertanya apakah Yeom tahu dengan Seol. Yeom bertanya bagaimana dia tahu dengan Seol. Jansil menceritakan kalau Seol selalu bertanya hal yang sama, setiap waktu, dia bertanya: “Apakah dia bahagia? tuan muda harus bahagia? dia harus bahagia. Dia mengatakan ini setiap hari. Apakah Anda bahagia?” mendengar semua itu membuat Yeom sedih.


Hwon  membaca dan Yeon Woo menatap padanya. Yeon Woo mengucapkan terima kasih karena Hwon sudah mau merilis Min Hwa dari menjadi seorang budak. Hwon: “itu bukanlah sesuatu bagi Anda untuk berterima kasih” Yeon Woo bertanya apakah ia marah, karena dia terus meminta Hwon untuk melakukannya bahkan walaupun Hwon menolaknya beberapa kali. Hwon bilang dia  melepaskan Min Hwa sebagai raja dan juga keran Min Hwa adalah adiknya, jadi kenapa dia harus marah pada Yeon Woo. Yeon Woo bilang dia punya hadiah tersembunyi untuk terima kasih pada Hwon.

Hwon: “hadiah?” Hwon bangkit dan mengatakan dia harus pergi karena dia memiliki banyak gulungan untuk dibaca. Yeon Woo  bilang dia bisa membacanya di sini juga. Hwon  mengatakan dia harus membaca gulungan di kamarnya. Hwon mengatakan kepadanya untuk beristirahat dengan nyaman dan pergi.
Yang lainnya jadi bertanya-tanya kenapa Hwon pergi, bukankah Hwon dan Yeon Woo tidak pernah tidur terpisah. Mereka bertanya-tanya apakah Hwon mempunyai gadis lain yang disembunyiikannya disuatu tempat.

Hwon  bertanya apakah dia siap pada Hyung Sung dan dia keluar. Hyung Sung memperkenalkan dirinya dan mengatakan dia adalah pakar gayageum. dia memberi hormat pad Hwon.


Hwon  berlatih gayageum tersebut. Hwon bilang tidak ada waktu yang banyak sebelum bermain didepan Yeon Woo. Dan Hwon meminta Hyung Sung mengajarinya dengan baik. Hwon: “Saya mempelajari segala sesuatu dengan cepat” Hwon memiliki waktu yang sedikit dan selalu mengeluh karena selalu salah dengan instrumen yang ia mainkan. Hyung Sung bilang dia akan memverifikasi dan memainkan dengan baik sehingga Hwon  tampak terkesan dan cemburu.

Hyung Sung: “tidak ada yang salah dengan instrumen” Hwon: “Kapan Anda belajar bermain gayageum tersebut”  Hyun Sung: “Saya tidak belajar secara terpisah, ketika Anda sedang belajar, saya memainkannya ketika saya bosan”  Hwon: “ketika Anda bosan” Hwon berbalik dan berdiri.


Yeom  berjalan dengan putranya. Yeom berbalik karena dia pikir seseorang mengikuti mereka. Ternyata orang yang mengikuti mereka adalah Min Hwa, yang melihat mereka dari jauh dan menangis. Dia pun berbalik dan berniat pergi.


Tiba-tiba Yeom  dan anaknya yang berdiri didapannya. Min Hwa berkata kalau raja sudah melepaskan dia dari status budaknya. Jadi tidak ada tempat baginya untuk pergi. untuk terakhir kalinya hanya sekali saja, Min Hwa ingin menemui mereka. Karena Min Hwa sangat merindukan mereka.  Min Hwa: “Aku hanya akan melihat wajah Anda dari jauh dan pergi” Anaknya memanggil Min Hwa Ibu. Min Hwa berjanji, dia tidak akan datang lagi.


Min Hwa berbalik dan berniat  pergi. Yeom berjalan mendekati Min Hwa dan memluk Min Hwa dari belakang.  Min Hwa: “Saya pikir Anda tidak akan memaafkan saya” Yeom: “Saya tidak akan memaafkanmu, jika kau pergi dengan keadaan seperti ini, aku tidak akan memaafkanmu,  tapi aku harus bahagia sekarang. Demi anak kita. demi orang yang sudah mati yang  ingin saya selalu bahagia.” (yang dimaksud Yeom adalah Seol)


Min Hw mendekati anaknya dan memeluknya. Yeom pun memeluk mereka juga.


Hwon terus berlatih gaygeum dengan meja, Hong datang dan tersenyum. Hwon bertanya apakah hong melakukan apa yang dipesan. Hong mengatakan kalau ia mengirim barang ke rumah sakit seperti yang ratu inginkan. Hwon: “Anda melakukannya dengan baik. bagaimana keadaan rumah sakit sekarang”. Hong melaporkan tentang apa yang ratu lakukan.


Yeon Woo dipanggil ke gedung bulan perak. Yeon Woo dipersilahkan duduk. Hwon berada dihadapannya dengan sebuah  gayageum. Hwon berkata kalau dia sudah mempersiapkan semuanya. Hwon juga bilang kalau sebenarnya dia belum mahir tapi dia berharap Yeon Woo senang.


Hwon memainkan gayageum dengan baik, tapi tiba-tiba jarinya kesakitan. Yeon Woo pun berjalan mendekati Hwon dan melihat tangannya.


Tapi suara gayageum masih terdengar,  ada seseorang masih bermain sehingga Yeon Woo tahu kalau Hwon hanya berpura-pura bermain. Yeon Woo melihat sekeliling untuk mencari arah suaranya. Tapi Hwon berkata kalau Yeon Woo harus memperhatikan dirinya, hanya dia. 


Hwon: “Apakah Anda kecewa karena semua ini tidak bagus”. Yeon Woo: “tidak,, ini  menyenangkan” Hwon: “Saya mempersiapkan ini menjadi menyenangkan. Jadi saya akan memberikan sesuatu yang lain” Yeon Woo  bertanya apakah ia akan membiarkan hujan kelopak dari atap. Hwon mengatakan kalau Hyun Sung terlalu tua untuk memanjat ke atap. Yeon Woo bertanya apakah Hwon akan mengatur kembang apinya di langit. Hwon: “bagaimana aku bisa menghabiskan uang warga negara untuk menangkap hati seorang gadis. sebagai gantinya, saya akan memberikan sesuatu yang lebih baik”

Hwon mencium Yeon Woo. Sedangkan Hyun Sung masih sungguh-sungguh bermain gayageum di sisi gedung.

~alhamdulillah kelar juga nulisnya.... maaf yaah... yg dh buka ne page,,, tapi belum lengkap teruuus... hehhe...~

Lirik + Download "The One And Only You" by Kim Soo Hyun

Kim Soo Hyun yang menjadi Raja Lee Hwon akhirnya mengisi sountrack untuk drama seuguknya "The Moon That Embaces The Sun". Dia menyanyikan lagu yang berjudul The One And Only You, dengan suara khasnya, lagu ini menjadi enak di denger. Untuk temen-temen yang mau denger lagu ini, silahkan download disini.



Lirik The One And Only You by Kim Soo Hyun

손을 뻗으면 닿을 수 있게
soneul ppodeumyon daheul su itge
그대 내게 멀리 가지 마세요
geude nege molli gaji maseyo
누굴 찾고 있나요
nugul chatgo innayo
그대만 기다리는 사람
geudeman gidarineun saram
여기에 여기 있는데
yogie yogi inneunde

내가 지켜줄 사람
nega jikyojul saram
나만 바라볼 사람
naman barabol saram
저 달을 보며 매일 기도해요
jo dareul bomyo meil gidoheyo
날 사랑하는 오직 한 사람
nal saranghaneun ojik han saram

사랑해요 그대 한 사람
sarangheyo geude han saram
사랑해요 그대 한 사람
sarangheyo geude han saram
내가 미칠듯이 사랑했던 단 한 사람
nega michildeusi saranghetdon dan han saram
하늘에서 비가 내리고 달이 뜨면 그대 올까요
haneureso biga nerigo dari tteumyon geude olkkayo
내 모든걸 다 가져간 한 사람
ne modeun-gol da gajyogan han saram

그댈 찾을 때 까지 계속 걸어와 줘요
geudel chajeul tte kkaji gyesok gorowa jwoyo
내가 그대만의 빛이 될게요
nega geudemane bichi dwelgeyo

내가 지켜줄 사람
nega jikyojul saram
나만 바라볼 사람
naman barabol saram
저 달을 보며 매일 기도해요
jo dareul bomyo meil gidoheyo
날 사랑하는 오직 한 사람
nal saranghaneun ojik han saram

사랑해요 그대 한 사람
sarangheyo geude han saram
사랑해요 그대 한 사람
sarangheyo geude han saram
내가 미칠듯이 사랑했던 단 한 사람
nega michildeusi saranghetdon dan han saram
하늘에서 비가 내리고 달이 뜨면 그대 올까요
haneureso biga nerigo dari tteumyon geude olkkayo
내 모든걸 다 가져간 한 사람
ne modeun-gol da gajyogan han saram

들리나요 그대 내 목소리 들리나요
deullinayo geude ne moksori deullinayo
그대 숨결 그대 향기 다 모두 그대론데
geude sumgyol geude hyanggi da modu geuderonde
왜 날 못 봐요
we nal mot bwayo

우리 사랑했던 처음부터 시작할래요
uri saranghetdon choeumbuto sijakhalleyo
내가 그대 빛이 돼 주고
nega geude bichi dwe jugo
내가 그대 달이 돼 주면
nega geude dari dwe jumyon
그땐 그대 한번 볼 수 있을까요
geutten geude hanbon bol su isseulkkayo

내게 하나뿐인 그대 한 사람
nege hanappunin geude han saram

Wednesday, March 14, 2012

Sinopsis The Moon That Embraces The Sun Ep 19

The Moon 2 episode lagi berakhir, dan setelah kemarin ditunda penayangannya, akhirnya minggu ini tayang juga. tapi ada kesedihan untuk kali ini, pada episode 19, Seol harus meninggal karena menyelamatkan Yeom, begitu juga Ibu Suri meninggal karena diracun. Dan pada Episode 19 ini juga harus mendapati kalau Yang Myung ikut dalam pemberontakan bersama Dae Hyeong.


Episode 19 dimulai dengan Yeon Woo dan Hwon yang berjalan-jalan di dalam gelap. Hwon berkata, semenjak Yeon Woo menyerahkan dirinya pada Hwon, Yeon Woo belum memberika sesuatu padanya sebagai imbalan. Yeon Woo berkata kalau dia tidak punya apa-apa yang bisa dia berikan pada Hwon.


Hwon : “Itu... Aku ingin melakukan itu...”


Yeon Woo : “Saya tidak mengerti yang Mulia maksud...”

Hwon : “Saya berbicara tentang ituu...” (yang Hwon maksud adalah untuk menjadi intim... waduuuuh.... Ne Raja gak sabaran rupanya.. hhhehhehe) Tapi Hwon mengalihkan pembicaraan dia bertanya tentang apa yang Yeon Woo dan Yang Myung lakukan dengan tongkat panjang di rumah sakit.


Yeon Woo menunjukkan padanya cara memukul menggunakan tongkat.Hwon juga ingin melakukannya sehingga Hyun sung memberinya tongkat pendek. Awalnya Hwon melotot padanya, tapi kemudia Hwon melakukan permainan tongkat itu dengan sangat baik, dan semua orang bertepuk tangan. Hyung Sung pun pergi untuk mencari tongkat yang lebih pendek lagi.


Balik lagi ke Dae Hyeong yang mengajak Myung untuk memberontak. Dae Hyeong mengatakan kalau Myung akan mendapatkan segalanya jika dia berhasil memberontak, termasuk Saman Wol. Myung berkata apakah Dae Hyeong akan dengan mudah menyerahkan posisinya. Dae Hyeong berkata kalau ia tidak akan menyerahkan posisinya.

Myung: “saya pikir Anda hanya memiliki satu anak perempuan”.

Dae Hyeong: “Jika saya perlu saya akan punya kapan saja”. Myung berfikir kalau Dae Hyeong bisa melakukan apa saja untuk mempertahankan posisinya, bahkan walaupun harus membuang anaknya sendiri. Dae Hyong: “apakah anda menguji saya?”


Myung : “Anda menguji saya, jadi saya juga menguji anda” Myung mengatakan kalau masalah Yeon Woo tidak bisa ditawar jadi Dae Hyeong menyarankan pada Myung dengan berkata : “Jika anda mempunyai harta karun, lebih baik janganlah disembunyikan”.
Myung : “Baik, saya akan mendapatkan perahu yang sama seperti Anda” (oooooooh,,, tidaaaaaaaak.... Myung ikut memberontaaaaak)


Bo Kyeong  ingat kata-kata ayahnya saat ia bertanya kepada gadis kecil jika dia ingin hidup di istana atau melihat-lihat istana. Bo Kyeong berkata - jika ayahnya  berpikir untuk melempar raja. Itu tidak akan terjadi. Bo Kyeong pergi keluar dan dayangnya bertanya di mana dia akan pergi selarut ini. Bo Kyeong mengatakan kalau raja berada dalam bahaya. Dan Bo Kyeong berniat memberitahu raja. Tapi belum jauh dia berjalan, ia melihat Hwon bersama Yeon Woo. Bo Kyeong pun berbalik dan kembali ke kamarnya dengan kesal.


Di Kota orang-orang berkumpul membaca dua pemberitahuan, pemberitahuan itu adalah yang pertama, kalau menyimpan seorang Saham di dekatnya dan yang kedua adalah kabar kalau Dae Hyeong dan fraksinya sudah menyingkirkan putri mahkota (berarti membunuhnya). dari kedua berita itu, orang-orang lebih percaya pada berita kedua, dan mereka membicarakan yang sudah Dae Hyeong lakukan.  Kemudian Hong yang berpakaian sebagai rakyat biasa menambah gosip mengatakan ada pembicaraan yang terjadi kalau putri mahkota  kembali hidup setelah 8 tahun. orang lain bertanya bagaimana bisa orang mati kembali hidup. orang yang membaca berita tadi mengatakan kalau dia ingin bahwa itu berita putri mahkota itu masih hidup adalah benar, karena itu Dae Hyeong bersama fraksinya bisa dihukum berat. Hong menambahkan bahwa ada pembicaraan bahwa shaman yang dibicarakan sebenarnya bukan lah seorang shaman, karena dia sebenarnya adalah putri mahkota yang mati 8 tahun yang lalu. pria itu bertanya apakah itu berarti ratu saat ini sudah mengambil posisi yang seharusnya bukan miliknya bertahun-tahun.

Para Menteri bertemu dengan Hwon. menteri ingin kalau orang yang memasang berita itu ditangkap dan menghukum mereka. Hwon menakut-nakuti menterinya dengan mengatakan kalau yang menulis berita itu sudah membantu negara karena mungkin saja apa yang mereka tulis merupakan kebenaran. Para menteri terkejut. Hwon pun langsung bilang kalau menteri itu baik. dan dia hanya bercanda.

Bo Kyeong memberitahu ayahnya kalau dia melihat gadis itu (Yeon Woo) di istana, dan dia meyakinkan kalau apa yang dia lihat bukanlah penampakannya seperti sebelumnya. Tapi Dae Hyeong hanya berkata, mau gadis itu masih hidup atau mati tidak akan menjadi masalah sekarang.Bo Kyoeng: “Apa maksudmu tidak masalah sekarang. apa rencanamu sekarang ayah?” 
Dae Hyeong: “Ada sesuatu yang harus saya urus terburu-buru jadi saya akan pergi sekarang”. Bo Kyeong menangis dan berkata pada dirinya: “jika saya akan dibuang oleh raja dan ayah saya maka tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain melindungi posisi saya sendiri”. Diapun meminta mantan ketua balai samawi untuk menghadap padanya.

Hwon  bersama Yeon Woo. Yeon Woo  ingat bagaimana Nok Young mengatakan kalau dia tidak punya pilihan selain mengikuti perintah Ibu Suri dan juga dia tak bisa mengabaikan permintaan temannya untuk melindungi Yeon Woo.

Yeon Woo: “Yang Mulia”.

Hwon: “mengapa kau memanggilku?”.

 Yeon Woo: “Saya minta maaf tapi saya ingin meminta bantuan.


Hwon: “bantuan? Katakan. Saya akan mendengarkan apa pun itu.” Yeon Woo ingin bertemu Nok Young. Nok Young sudah diasingkan, Hwon bertanya mengapa Yeon Woo ingin bertemu penjahat.
Yeon Woo: “tapi dia juga orang yang menyelamatkan saya. Setiap kali ketika saya melihat Anda Saya bersyukur kepadanya bahwa saya masih hidup. bahwa saya bisa melihat Anda seperti ini - itu karena dia menyelamatkan saya. Meskipun dia tidak bisa menghindari hukuman nya, sebelum itu-sekali saja aku ingin bertemu.” Yeon Woo memohon untuk dapat bertemu dengan Nok Young.


Mantan ketua Balai Samawi dibawa bertemu Bo Kyeong. Dia pun bertanya kenapa Bo Kyeong ingin bertemu.

Bo Kyeong: “apakah Anda melihat putri rohani Nok Young?”

Shaman mengatakan iya, dia pernah melihatnya sebelumnya. Bo Kyeong meminta shaman, jika ia memiliki keterampilan untuk melakukan ilmu hitam untuk membunuh gadis itu. Shaman  bilang itu bukan tidak mungkin tapi saya perlu beberapa informasi seperti di mana korban dan lokasi tertentu nya (seberapa jauh jarak antara mereka) karena itu tidak dapat dilakukan dalam jarak terlalu jauh.

Bo Kyeong: “jika dia di istana apakah mungkin?” Shaman itu mengatakan kalau dia tidak bisa  menyingkirkannya ( membunuhnya) segera tapi dengan mantra itu dia bisa memberi rasa sakit yang begitu hebat, seperti yang dia lakukan pada Raja. Bo Kyeong: “Anda mengatakan Anda melakukannya saat itu”

Shaman: “Saya melakukan kejahatan yang patut dihukum mati”. shaman bilang dia diperintahkan oleh ayah Bo Kyeong.

Bo Kyeong: “ayahku?” Bo Kyeong bilang kalau dia tidak akan menghukum shaman itu, karena dibalik semuanya adalah ayahnya. Bo Kyeong pun memintanya untuk melakukan apa yang shaman itu bisa walau hanya memberinya rasa sakit yang mendalam.

Shaman itu berkata kalau dia akan menggunakan seluruh kekuatan saya untuk melakukannya. Shaman itu juga berkata dia bisa memberikan rasa sakit sampai kematian jika ada seorang gadis murni untuk persembahannya. (sama seperti saat Nok Young menggunakan putri Min Hwa atas perintah Ibu Suri).

Nok Young melihat darah muncul di dalam air. Jansil juga melihat hal yang sama. Seorang pria datang dia memberi Nok Young sebuah catatan dan pergi. Seol bertanya apakah Nok Young akan pergi ke suatu tempat. Nok Young berkata sementara dia pergi, dia meminta Seol untuk tidak pergi ke rumah Yeom.

Nok Yopung  pergi menemui Yeon Woo. Mereka tunduk pada satu sama lain. Yeon Woo bertanya keadaan Seol dan jansil. Nok Young mengatakan mereka baik-baik saja. Yeon Woo: “Kau juga baik-baik saja?” Nok Young: “mengapa kamu khawatir tentang seseorang seperti saya?”


Yeon Woo mengingatkan Nok Young bagaimana dia telah memberitahu Yeon Woo  tentang Ari - bagaimana "dulu Anda memiliki teman deka, dan permintaan terakhir temanmu adalah untuk merawat saya " Yeon Woo bertanya orang seperti apa sebenarnya Ari itu?

Nok Young: “apa yang saya tahu adalah bahwa sebelum Anda lahir, ibumu menyelamatkannya”
Yeon Woo: “ibu saya menyelamatkannya”

Nok Young :”ya. sehingga pada akhirnya, orang yang menyelamatkan anda bukan saya atau teman saya - itu adalah ibumu”
Yeon Woo: “Saya percaya ucapanmu, engkau sudah melindungi saya. Saya tidak sepenuhnya memaafkanmu, tapi aku pahami.sebelum terlambat, saya ingin memastikan untuk mengatakan kata-kata ini kepada Anda. terima kasih. untuk menyelamatkan saya. terima kasih. untuk menyelamatkan saya. Untuk membesarkan saya. Untuk melindungi saya. Terima kasih. selama 8 thn lalu telah menjadi seperti ibu. terima kasih” mereka berdua menangis.

Bo Kyeong berjalan larut malam dan pergi ke kamar berpakaian merah dan hitam untuk bertemu shaman. Bo Kyeong menawarkan dirinya untuk dijadikan persembahan. (Ahaaa... Bo Kyeong emang masih ting ting... kan belum diapa2.in ma Hwon,,, hmfh!!!!)


Nok Yoeng  berdoa dan ingat bagaimana dia memperingatkan Yeon Woo bahwa malam ini mantra akan dilakukan. Yeon Woo khawatir itu untuk menyakiti Hwon tapi Nok Young mengatakan lagi bahwa mantra itu adalah untuk Yeon Woo. Tapi Yeon Woo tetap khawatir kalau raja akan berada dalam bahaya.

 Nok Young: “Saya akan memblokirnya. Saya akan mempertaruhkan hidup saya untuk menghentikannya”.


Shaman mulai membaca mantra dan Bo Kyeong  menutup matanya. Di tempat lain Nok Young juga berdoa dan mengambil pisau. Dia memotong tangannya dan membiarkan darahnya menetes  pada jimat kuning dan membakarnya. Keluar asap kemudian dia mengatakan, asap untuk kembali ke tempat asalnya. Tiba-tiba Nok Young batuk darah.


Balik lagi ke tempat Shaman dan Bo Kyeong. Shaman tersebut berteriak dan jatuh ke tanah. Kemudian dia membuka matanya dan melihat ke arah Bo Kyeong. Shaman itu  perlahan bangkit dan dia berbicara dengan suara Nok Young. Wajahnya pun berubah-ubah jadi wajah Nok Young dan berkata pada Bo Kyeong: "Anda mungkin berpikir Anda tidak melakukan kesalahan. Anda berpikir Anda hanya korban. Tapi Anda salah. kejahatan mengetahui dan membiarkannya terjadi. kejahatan menutupi kematian. kejahatan duduk dalam posisi yang bukan milikmu. untuk menipu raja dan di saat terakhir, kejahatan menyerah pada diri Anda sendiri – semua itu adalah kejahatan Anda”. Mendengar itu Bo Kyeong menyangkalnya. Shaman itu terjatuh lagi. Bo Kyeong pun memanggil para dayangnya untuk membawa shaman itu pergi dari hadapannya.

Bo Kyeong  kembali ke kamarnya dan mengingat kata-kata Nok Yeong  lagi. "Anda mungkin berpikir Anda tidak melakukan kesalahan. Anda harus berpikir Anda hanya korban. Tapi Anda salah " Bo Kyeong  ingat ketika dia masih kecil dan bertanya pada ayahnya yang akan membunuh Yeon Woo, kemudian dia ingat kembali kata-kata Nok Young yang mengatakan: “kejahatan mengetahui dan membiarkannya terjadi.. kejahatan menutupi kematian. kejahatan duduk dalam posisi yang bukan milikmu. untuk menipu raja dan di saat terakhir, kejahatan menyerah pada diri Anda sendiri – semua itu adalah kejahatan Anda”. Semua kata-kata kembali kepadanya dan Bo Kyeong  shock, tidak tau harus berbuat apa.

Yeom bertanya apakah ibunya harus pergi. Yeom bilang kalau Min Hwa membutuhkannya. Ibunya berkata kalau dia hanya akan pergi untuk mendoakan Yeon Woo lalu kembali. Ibunya juga berkata “sebelum kehidupan baru lahir saya harus mengirimkan doa untuk orang yang telah meninggal. (Seperti dalam Ibunya ingin mengucapkan selamat tinggal pada Yeon Woo) . Jika dia terus merindukan Yeon Woo, itu tidak baik untuk Min Hwa. Sebelum pergi ibunya perpesan pada Yeom untuk menjaga istrinya.

Yeom melihat ibunya pergi dan Seol juga disana menyaksikan. Pelayannya Yeom bertanya padanya, apakah Yeom sudah mendengar rumpor yang menyebar di masyarakat. Yeom: “rumor apa?”. Pelayannya bercerita tentang rumor tetang Dae Hyeong yang membunuh Putri mahkota dan tentang Putri mahkota yang kabarnya masih hidup setelah dikabarkan meninggal 8 tahun lalu. Pelayannya juga bercerita tentang kuburan Yeon Woo yang dibongkar orang. Saat mendengarkan pelayannya, tiba-tiba ada anak panah yang ditembakkan di samping wajah Yeom, di anak panah itu terdapat sebuah catatan. 


Yeom pun membacanya. Catatan itu dari Dae Hyeong yang mengatakan: “anda tahu adikmu tidak mati karena suatu penyakit. 8 tahun sang putri berpartisipasi dalam pengiriman mantra hitam untuk adikmu. Itu dia lakukan karena sang putri menginginkan anda. Apakah anda tahu kebenaran bahwa putri sudah membunuh adikmu, apakah anda tahu juga kalau mantan raja dan ibu suri menutup-nutupi kematian adikmu.”

Yeom ingat  saat Min Hwa  muda menanyakan apakah dia memiliki istri atau seseorang yang dia suka dan betapa bahagianya dia ketika ia mengatakan ia tidak memiliki istri. ia juga ingat saat Min Hwa menangis terakhir kali dan memintanya untuk memaafkannya untuk semuanya. Yeom  bangkit

Min Hwa sedang menjahit ketika Yeom tiba. Min Hwa bangkit dan memanggil suaminya. Yeom ingat bagaimana Dae Hyeong menulis "selama ini bahwa Anda hidup dengan nyaman dengan biaya kematian adikmu jadi apa yang Anda akan lakukan." Melihat Yeom yang masih berdiri diam, Min Hwa  bertanya mengapa ia tidak duduk dan berdiri di sana. Min Hwa bercerita kalau dia sedang membuat sesuatu untuk bayinya. 

Tiba-tiba Yeom menangis dan berkata tentang apa yang sudah dia tahu. Min Hwa terkejut dan dia meminta maaf pada Yeom, Min Hwa juga berkata kalau sebenarnya dia ingin menceritakan semua, tapi saat melihat Yeom begitu bahagia dengan bayi dalam perutnya, Min Hwa mengurungkan niatnya. Yeom pun akhirnya menyalahkan dirinya sendiri, dia beranggapan kalau semuanya karena salahnya. Min Hwa pun membantahnya kalau semua itu adalah salahnya. Min Hwa terus memohon pada Yeom untuk memaafkannya.

Tapi Yeom terus menyalahkan dirinya karena sudah menjadi penyebab kematian adiknya. Yeom bangkit, tapi Min Hwa memegang tangannya dan terus menangis. 


Min Hwa memohon pada Yeom agar tidak meninggalkan bayinya. Yeom melepaskan pegangan Min Hwa pada tangannya lalu dia pergi.

Dae Hyeong dan fraksinya berkumpul. Menteri berkata kalau Yeom harus tau semua kebenarannya. Dia tidak akan menyangka kalau Putri Min Hwa yang terlihat polos berani melakukan perbuatan keji seperti itu. Mereka juga berpikir karena Yeom sudah tahu kebenaran, ia tidak akan berdiam diri. Siapa tahu, ia mungkin melakukan bunuh diri untuk membayar kejahatan itu. Menteri lain mengatakan orang-orang akan percaya Yeom melakukan itu untuk membayar kejahatan itu. Dae Hyeong mengatakan kalau sekarang yang harus dilakukan adalah menyingkirkan Yeom dan membuatnya seolah-olah bunuh diri, karena dia sudah mendengar rumor tentang Dae Hyeong yang telah membunuh adiknya.


Yeom mendengar sesuatu, dia pun bertanya  siapa di luar sana, untuk memastikannya dia pun pergi keluar. Tiba-tiba pembunuh bayaran datang dihadapannya. Seol muncul dan memberitahu Yeom untuk masuk ke dalam rumah karena dia akan melindunginya. Yeom tidak mau, bagaimana bisa seorang gadis menyelamatkannya. Mereka menyerang dan Seol mulai membunuh mereka. 


Seol sudah ditikam berkali kali, tapi dia tetap bertahan untuk menyelamatkan Yeom. Yeom hanya bisa melihat Seol ditikam. Kemudian woon muncul dan Seol melihatnya dan akhirnya Seol jatuh berlutut (Seol tahu Yeom aman sekarang). Woon dapat menghaibisi mereka semua. 


Yeom pergi mendekati  Seol dan memanggil namanya. Yeom memegang dan memeluknya dan meminta Seol untuk bangun. Seol mengatakan kalau Yeon Woo masih hidup. Seol mengatakan kalau dia selalu bersama dan menjaga Yeon Woo. Seol juga meminta maaf karena tidak memberi tahu kebenarannya. Seol juga meminta maaf karena sebagai pelayan dia sudah menempatkan tuan mudanya di hatinya. Seol berkata kalau dia tidak menyesalkan semua yang terjadi sampai dia harus mati.  Seol : “meskipun itu untuk waktu yang singkat. lebih dari gadis mana pun di dunia Seol merasa senang sekarang. Anda harus bahagia tuan muda”. 


Seol menutup matanya dan meninggal dalam pelukan Yeom. Yeom terus memanggil-manggil namanya.


Nok Young bangun menangis dan kesakitan. jansil pun menangis. jansil berkata Seol sudah mati. Jansil: “dia terus memberitahu saya untuk hidup dengan baik dan memberitahu Anda bahwa dia berterima kasih karena dia sudah bahagia dan menyuruh kita hidup bahagia juga”. Jansil menangis lagi.


Nok Young mengatakan sesuatu kepada roh Seol – “apakah Anda bahagia,  Anda meninggal dengan bunga musim semi di hati Anda”. dan suara Seol mengatakan dia senang dan hidupnya sudah baik meskipun dia seorang pelayan.

Woon menceritakan pada Hwon dengan apa yang terjadi - bahwa ia sudah membawa Putri Min Hwa dan Yeom ke tempat yang aman. Hwon: “Saya suda satu langkah terlambat. apakah ada orang yang mati?” Woon mengatakan kalau  seorang gadis bernama Seol  meninggal. 


Yeon Woo yang mendengarnya  menangis. woon mengatakan untuk melindungi Yeom, Seol  berjuang melawan pembunuh itu. Hwon mengepal tangannya(pertanda marah, geram). Hwon perintah orang untuk dikirim ke Ibu Suri,  neneknya karena dia berada dalam bahaya


Ibu Suri  minum sesuatu yang sudah diberi racun. Dia mengeluarkan darah dari mulutnya. Dia mengatakan Dae Hyeong – “Anda berani melakukan ini padaku”. 


Dia mendongak dan melihat sosok dalam bayangan berpakaian seperti Hwon. Ibu Suri pun berkata:  “kamu datang untuk mendapatkan nenekmu. terburu-buru dan datang ke sini”  Dia memanggil "raja. Semua itu karena kamu. Bagaimana mungkin Anda tidak tahu ketulusan saya”. Ibu Suri mengatakan Anda tidak bisa melakukan hal ini. Dia ingat semua dosa-dosanya. kejahatan membunuh putri mahkota 8 thn lalu melalui mantra.kejahatan menggunakan cucu sendiri sebagai kaki tangan. meskipun Ibu Suri belajar kebenaran, dan alasan mengapa dia tak bisa menghukum Dea Hyeong. Ibu Suri berkata kalau apa yang dia lakukan selama 13 tahun ini semunya untuk Hwon. setelah berkata semua itu Ibu Suri meninggal.

Dae Hyeong: “sekarang kita sudah menyingkirkan wanita tua yang akan menghalangi kita”.  Menteri berbicara kalau orang-orang akan mencurigai mreka dan saat ini mereka juga tidak mempunyai pendukung kuat. Myung muncul dan mengatakan mereka harus bergerak maju untuk melakukan pemberontakan. seseorang bertanya apa  Myung memiliki beberapa rencana untuk melakukan itu. Myung mengatakan sebelum rumor merusak kita, kita harus mengurus ini. Dia berbicara tentang bagaimana dia memiliki keterampilan untuk membuat orang percaya kepada-Nya. mereka mendengar tentang dirinya di rumah sakit. bagaimana dia tidak memperlakukan orang dari kelas bawah dengan berbeda. ini adalah mengapa orang perlu hidup melakukan hal-hal yang baik. yang tahu aku akan berakhir dengan menggunakan apa yang saya lakukan sekarang. Jika saya berhasil. Dia berbicara tentang menjadi raja baru dan malam ini mereka harus melakukan pertemuan.


Hwon berkata pada Yeon Woo untuk menangis mengeluarkan semuanya, karena itu akan membuatnya baikkan. Yeon Woo: “Saya tidak memiliki hak untuk menangis. gadis yang selalu melindungi saya sendirian tapi aku tidak mampu melindungi anak itu”

Hwon: “Apakah dia seseorang yang begitu berharga untuk anda?”.

 Yeon Woo: “Dia adalah teman saya dan keluarga saya. tidak lebih dari itu”

Hwon: “Itu sebabnya dia mempertaruhkan hidupnya untuk tuannya.”

Yeon Woo: “mengapa anak itu yang harus mati. mengapa saudara saya dalam bahaya - Saya tidak tahu kenapa. apa semua ini untuk - mengapa orang tak bersalah harus menumpahkan darah mereka”.

 Hwon: “sama seperti Anda yang kehilangan seseorang yang penting untuk anda. saya juga kehilangan warga negara tak bersalah. jadi jika saya tidak menghentikannya makan nyawa yang tidak bersalah akan hilang lagi. Aku akan menyelesaikan semua ini”.


Para pria berkumpul di ruang Myung bersama Dae Hyeon. Myung tersenyum dan  Dae Hyeong bertanya mengapa. Myung mengatakan ini lucu karena selama ini, dia selalu menghindari situasi seperti ini. Berani untuk merebut posisi raja. menteri mengatakan semua orang di sini mempercayai Myung. Myung bertanya kapan pemberontakan itu akan terjadi. Dae Hyeong mengatakan akan ada kompetisi berburu yang akan segera terjadi tetapi bukan di hutan dan akan terjadi di istana. Myung: “jadi yang menang  akan menjadi raja” Myung membuka buku catatan dan menulis sesuatu di dalam. Dae Hyeong membacanya dan bertanya apa ini. Myung: “mereka yang percaya padaku. Dan ingin mengikuti saya. menandatangani. Sekarang, ini kosong tapi pada hari aku menjadi raja, orang-orang yang berdiri dengan saya menuai keuntungan, Dae Hyeong tersenyum. Dia menandatangani namanya diurutan pertama. Yang lain mengikutinya.

Hwon pergi menemui menteri dan bertanya apakah persiapannya berjalan baik. menteri memberikan daftar semua permainan, mereka berkumpul. Hwon bilang Saya melihat ke depan untuk itu. Menteri mengatakan tidak akan kekurangan mangsa. Hwon menunjukkan bagaimana semua menteri akan hadir. Hwon berkata dalam hati siapa yang akan menjadi pemburu dan siapa yang akan diburu. Hwon bertanya berapa banyak yang akan berada di sana. menteri mengatakan lebih dari 200. menteri ingat bagaimana Myung bertanya berapa banyak akan berada di sana juga sehingga dia mengatakan dia mengatakan kepada raja 200 tetapi yang sebenarnya ada 300. Myung mengatakan maka penjaga di istana akan kalah jumlah. Myung  memberikan arah tentang bagaimana hal itu akan terjadi. saat pintu terbuka untuk prosesi untuk keluar. menteri selesai mengatakannya. Hwon bilang betapa menyenangkan itu bagi para menteri untuk menggunakan keahlian mereka untuk membunuh mangsanya sebanyak yang mereka inginkan. Dan Hwon bertanya pada  Dae Hyeong  apa yang akan dia bunuh. Dae Hyeong mengatakan ia tidak akan mengecewakannya dan akan memastikan tidak akan kehilangan mangsa.

Hwon pergi menemui Yeon Woo. Dia mengatakan padanya untuk bersiap-siap untuk pergi keluar.Yeon Woo bertanya kemana?. Hwon  bilang kalau di kerajaan akan diadakan kompetisi. Hwon mengirim Yeon Woo ke tempat lain yang labih aman, karena dia tidak bisa membiarkan Yeon Woo sendirian dia dalam istana, karena akan berbahaya, saat kompetisi itu berlangsung. Yeon Woo pun mau di bawa ke tempat yang lebih aman, dan dia berpesan pada Hwon untuk kembali padanya dengan selamat. Hwon pun berjanji.


Myung  mendongak menatap bulan. Woon muncul. Myung: “Saya akan bertanya satu hal. Apakah Anda datang sebagai perintah atau sebagai teman”

Woon: “Saya datang sebagai teman.


Myung: “teman. Ini adalah kata yang baik. Saya akan bertanya satu hal. Apakah Anda masih menganggap saya sebagai teman.”

Woon: “Yang Saya lakukan sekarang dan akan mulai sekarang juga”.
Myung: “Apapun yang saya pilih dan apapun yang saya lakukan akan kah Anda tetap temanku sampai akhir.

Woon: “Mengapa Anda meminta seperti itu?”

Myung: “Saya tidak perlu jawaban Anda. Apapun jawaban Anda, saya tidak akan berubah pikiran. Aku hanya ingin tahu bagaimana kita berakhir seperti ini”

Pengawal berjalan ke istana. Hwon sedang berpakaian dan ditutupi dengan jubah. Hyun Sung mengatakan semuanya siap dan menunggu. Sudah waktunya untuk keluar.


Hyung Sung: “Yang Mulia, selama ini untuk dapat melayani Anda dan berada disisi anda - Itu adalah suatu kehormatan.


Hwon: “Mengapa kamu seperti itu - seperti seseorang yang akan segera meninggal. jangan khawatir.”  Hwon meminta woon: “apakah Anda siap”

Woon: “bahkan jika kematian adalah urutan pertama saya siap kapan saja”

Mereka pergi ke luar dan mereka mengumumkan Hwon akan datang. Hwon bilang pada dirinya: “waktu untuk menempatkan segala sesuatu untuk kembali ke tempat yang sebenarnya itu telah datang”

Dae Hyeong bersujud dan Hwon melihatnya. mereka saling menatap. Hwon  melihat sekeliling dan mendengar suara Myung. Myung mengatakan pintu akan terbuka saat raja berdiri di halaman. Pada saat itu pemberontakan akan dimulai.

Hwon berjalan turun dengan woon dan Hyun Sung dan Myung berikutnya. Myung mengatakan ini kepada orang-orangnya tadi malam: “sebagai relatif Nya, aku akan mengikuti di belakang raja. ketika Anda harus bertindak. saat mereka membuka pintu istana untuk prosesi untuk keluar. pemberontak bergegas melalui pintu”. 


Pengawal mengelilingi Hwon dan Myung, mereka berdiri kembali saling membelakangi. tiba-tiba, Hwon dan Myung beralih ke saling berhadapan dan memegang pedang mereka ke satu sama lain. menteri membunuh para penjaga yang melindungi Hwon dan mengarahkan pedang mereka di Hwon. Myung mengatakan pada 


Hwon: “Matahari tinggal di langit. Tapi langit telah dibuang matahari. Takdir telah bergeser dan Anda telah mencapai akhir dari takdir Anda"

Pemberontakan Yang Myung dimulai.........